Beberapa minggu terakhir ini kita membaca berbagai laporan, tulisan, dan opini tentang demonstrasi di Myanmar (Burma) yang berakhir tragis. Suara-suara kecaman datang dari berbagai penjuru dunia, namun semuanya berakhir di balik meja diplomatik sambil menghitung-hitung: apakah urusan ekonomi akan dikorbankan hanya untuk 'segelintir' biksu dan biksuni? Indonesia harusnya malu jadi bagian dari ASEAN yang hanya bisa menonton sambil berharap Cina dan India mau menekan rezim militer di Myanmar. Penduduk Indonesia yang jumlahnya hampir separuh dari seluruh penduduk ASEAN, hanya bisa menonton dengan geram. Demokrasi mungkin hanya salah satu dari sedikit yang bisa dibanggakan dari Indonesia, dan itupun tidak bisa kita banggakan dalam kasus Myanmar ini.
referensi:
myanmar